-->

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), Pengertian, Penyebab & Penanganan


1. Pengertian

PPOM/COPD/PPOK merupakan suatu kelompok penyakit paru yang mengakibatkan obstruksi yang menahun dan persisten dari jalan nafas didalam paru,yang termaksud dalam kelompok ini ialah : Bronkitis menahun , empisemia paru , asma terutama yang menahun, bronkiekstasi , dll. (Murwani, 2009)
Di Inggris PPOK menjadi masalah kesehatan utama di masyarakat, dimana penyakit ini menyebabkan 26.000 kematian/tahun dan Prevelensinya adalah ≥600.000. Angka ini jauh lebih tinggi di negara-negara maju, baik daerah perkotaan, masyarakat menengah bawah, dan pada manula. (Davey,2006)

2. Patofisologi

Penyebab utama yang paling sering dari PPOK adalah Merokok, Merokok meningkatkan produksi mukus, menyebabkan hipertrofi kelenjar mukus bronkial, dan menyebabkan batuk produktif. Pada bronkitis kronis (batuk produktif > 3 bulan/ tahun selama > 2 tahun) perubahan awal terjadi pada saluran udara yang kecil. Hal lain yang mungkin terjadi yaitu dilatasi rongga udara distal (emfisema) di sertai destrucksi jaringan paru dan menyebabkan hilangnya elastisitas recoil, hiperinflasi, terperangkapnya udara dan peningkatan usaha untuk bernapas, sehingga terjadilah sesak napas, Dengan kadar CO2  yang meningkat dan dorongan respirasi bergeser dari CO2 ke hipoksemia. Jika oksigen tambahan menghilangkan hipoksemia, dorongan pernapasan juga mungkin akan hilang, sehingga memicu terjadinya gagal napas. (Davey, 2006).


3. Manifestasi Klinis 

Berikut adalah Gejala dari PPOK adalah seperti
Susah bernafas
Batuk kronis
Terbentuknya sputum kronis
Sesak napas (dyspnea), Gejala yang paling utama

4. Pemeriksaan Penunjang

Menurut (Davey, 2006) pemeriksaan penunjang PPOK yaitu:
a. Tes fungsi paru : menunjukan obstruksi aliran napas dan menurunnya pertukaran udara akibat destruksi jaringan paru. Kapasitas total paru bisa normal atau meningkat akibat udara yang terperangkap. Dilakukan pemeriksaan reversibilitas karena 20% pasien mengalami perbaikan dari pemberian bronkodilator.
b. Foto toraks : bisa normal, namun pada emfisema, akan menunjukan hiperinflasi disertai hilangnya batas paru serta jantung tampak kecil
Gambar Rontgen Thorax, Paru membesar melewati batas”nya, dan jantung jadi mengecil (terhimpit)
 
c. Computed tomography bisa memastikan adanya bula emfisematosa
d. Analisis gas darah : harus dilakukan jika ada kecurigaan gagal napas.   Pada hipoksemia kronis kadar hemoglobin bisa meningkat.

5. Komplikasi

     Menurut  ( Murwani, 2009) yaitu:
a. Kegagalan respirasi adanya sesak nafa/dispneu
b. Kardiovaskuler yaitu Kor pulmonal aritimea jantung
c. PPOM umunya berjalam secara progresif jangka waktu lama,penderita jadi cacat tak dapat melakukan kegiatan sehari-hari
d. Kematian biasnya oleh karena kegagalan rspirasi, dan kematian mendadak karena aretemia jantung

6. Penatalaksanaan


  • Farmakologi (Obat – obatan) 


1) Bronkodilator
Bisa Diberikan secara tunggal, namun bisa juga di berikan secara kombinasi dari ketiga jenis bronkodilator, dan disesuaikan dengan klasifikasi derajat berat penyakit.
Macam - macam bronkodilator :
- Golongan antikolinergik
Digunakan pada derajat ringan sampai berat, disamping sebagai bronkodilator juga mengurangi sekresi lendir (maksimal 4 kali perhari).
- Golongan agonis beta - 2
Jenis inhaler digunakan untuk mengatasi sesak. Peningkatan jumlah penggunaan dapat sebagai monitor timbulnya eksaserbasi. Sebagai obat pemeliharaan sebaiknyadigunakan bentuk tablet yang berefek panjang. Bentuk   dapat digunakan untuk mengatasi eksaserbasi akut, tidak dianjurkan untuk penggunaan jangka panjang. Jenis injeksi subcutan atau Jenis drip untuk mengatasi eksaserbasi berat.
- Kombinasi antikolinergik dan agonis beta - 2
Kombinasi antikolinergik dan agonis beta – 2 ini akan memperkuat efek bronkodilatasi, karena antikolinergik dan agonis beta - 2 mempunyai tempat kerja yang berbeda. Disamping itu penggunaan kombinasi antikolinergik dan agonis beta – 2 lebih sederhana dan mudah untuk penderita.
- Golongan xantin
Golongan xantin sebagai pengobatan pemeliharaan jangka panjang, terutama pada derajat sedang dan berat. Bentuk tablet biasa atau puyer untuk mengatasi sesak ( pelega napas ), bentuk suntikan bolus atau drip untuk mengatasi eksaserbasi akut. Penggunaan jangka panjang diperlukan pemeriksaan kadar aminofilin darah.

2) Antiinflamasi
Digunakan bila terjadi eksaserbasi akut dalam bentuk oral atau injeksi intravena, berfungsi menekan inflamasi yang terjadi, dipilih golongan metilprednisolon atau prednison. Untuk pengobatan jangka panjang dapt diberikan Golongan Inhalasi tapi dengan catatan apabila penderita terbukti uji kortikosteroid hasilnya positif, yaitu terdapat perbaikan VEP1 pascabronkodilator meningkat > 20% dan minimal 250 mg.

3) Antibiotika
Hanya diberikan bila terdapat infeksi. Antibiotik yang digunakan :
- Lini I : amoksisilin
 makrolid
- Lini II : amoksisilin dan asam klavulanat
  sefalosporin
kuinolon
makrolid baru
Perawatan di Rumah Sakit :
dapat dipilih
- Amoksilin dan klavulanat
- Sefalosporin generasi II & III injeksi
- Kuinolon per oral
ditambah dengan yang anti pseudomonas
- Aminoglikose per injeksi
- Kuinolon per injeksi
- Sefalosporin generasi IV per injeksi


4) Antioksidan
Antioksidan dapat mengurangi eksaserbasi dan memperbaiki kualiti hidup, digunakan NAC (N-asetilsistein). Dapat diberikan pada penderita PPOK dengan eksaserbasi yang sering, namun tidak dianjurkan untuk pemberian yang rutin.

5) Mukolitik
Untuk mempercepat perbaikan eksasebasi dapat di berikan mukolitik, tapi ini hanya dapat di berikan untuk eksaserbasi akut saja, seperti bronkitis kronik dengan sputum yang viscous. Mukolitik mengurangi eksaserbasi pada PPOK bronkitis kronik, namun tidak dianjurkan untuk pemberian yang rutin.

  • Terapi Oksigen

Pada penderita PPOK terjadi hipoksemia atau hipoksemia progresif berkepanjangan yang menyebabkan banyak kerusakan sel dan jaringan. Pemberian terapi oksigen menjadi pilihan paling utama untuk mempertahankan oksigenasi sel dan mencegah kerusakan-kerusakan sel baik itu di otot maupun organ – organ vital lainnya.

  • Ventilasi Mekanik

Ventilasi mekanik pada PPOK digunakan pada eksaserbasi dengan gagal napas akut, gagal napas akut pada gagal napas kronik atau pada pasien PPOK derajat berat dengan napas kronik. Ventilasi mekanik dapat digunakan di rumah sakit di ruang ICU atau di rumah.


  • Non Farmakologi

a. Edukasi
Edukasi menjadi therapi utama nonfarmakologi, karena hal ini sangat penting dalam pengelolaan jangka panjang pada PPOK stabil. Edukasi pada PPOK berbeda dengan edukasi pada asma, mengapa?? Karena PPOK adalah penyakit kronik yang ireversibel dan progresif, inti dari edukasi adalah menyesuaikan keterbatasan aktiviti dan mencegah kecepatan perburukan fungsi paru. Edukasi PPOK diberikan sejak diagnosis ini di tegakkan dan secara berulang pada setiap kunjungan, baik bagi penderita sendiri maupun bagi keluarganya. Secara umum bahan edukasi yang harus diberikan adalah
1. Pengetahuan dasar tentang PPOK
2. Obat - obatan, manfaat dan efek sampingnya
3. Cara pencegahan perburukan penyakit
4. Menghindari pencetus (berhenti merokok)
5. Penyesuaian aktiviti

b. Nutrisi
Malnutrisi sering terjadi pada PPOK, pemenuhaan nutrisi yang adekuat menjadi factor pendukung dalam rancangan pengobatan. Malnutrisi terjadi karena hipermetabolisme, disebabkan oleh kerja muskulus respirasi yang meningkat akibat hipoksemia kronik dan hiperkapnea akibatnya kebutuhan energy jadi berlebih.

c. Rehabilitasi PPOK
Tujuan program rehabilitasi untuk meningkatkan latihan yang terkontrol dan memperbaiki kualitas hidup penderita PPOK. Klasifikasi penderita yang masuk dalam program rehabilitasi adalah yang telah mendapatkan pengobatan optimal yang disertai sebagai berikut:
- Simptom pernapasan berat
- Beberapa kali masuk ruang gawat darurat
- Kualitas hidup yang menurun
Latihan fisik juga menjadi bagian dari rehabilitas bagi penderita PPOK, latihannya dapat dilakukan di rumah dan di luar rumah seperti Menggunakan otot secara ritmis, misal : jalan, joging, sepeda.

0 Response to "Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), Pengertian, Penyebab & Penanganan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel