-->

Asuhan Keperawatan Pasien Gagal Ginjal

Konsep Dasar Asuhan Keperawatan

1. Pengkajian 

Pengkajian keperawatan menurut Bararah dan Jauhar (2013) :
a. Riwayat keluarga
b. Penyakit yang dialami
c. Obat-obatan nefrotoksis
d. Kebiasaan diet
e. Penambahan berat badan atau kehilangan berat badan
f. Manifestasi klinik yang muncul pada sistem organ

Baca Juga: LP Gagal ginjal, Klik Disini

2. Diagnosa Keperawatan

Menurut Padila (2012) diagnosa keperawatan pada penyakit gagal ginjal :

  1. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan penurunan kemampuan ginjal untuk mengeluarkan air dan menahan natrium.
  2. Penurunan curah jantung berubungan dengan Meningkatnya  beban jantung ( Rendi dan Margareth, 2012 ).
  3. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia, mual dan muntal.
  4. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan anemia, keletihan dan retansi produk sampah ( Bararah dan Jauhar, 2013 ).
  5. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi tentang proses penyakit, gagal ginjal, perawatan rumah sakit dan instruksi evaluasi.


3. Rencana Keperawatan

a. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan penurunan kemampuan ginjal untuk mengeluarkan air dan menahan natrium.
Hasil yang diharapkan:

  1. Masukan dan haluaran seimbang
  2. Berat badan stabil
  3. Bunyi nafas dan jantung normal
  4. Elektrolit dalam batas normal


Rencana keperawatan:

  1. Pantau balance cairan/24 jam
  2. Timbang berat badan harian
  3. Pantau peningkatan tekanan darah
  4. Monitor elektrolit darah
  5. Kaji edema perifer dan distensi vena leher
  6. Batasi masukan cairan


b. Penurunan curah jantung berubungan dengan beban jantung yang meningkat ( Rendi dan Margareth, 2012 ).
Hasil yang diharapkan:

  1. Mempertahankan curah jantung dengan kriteria hasil TTV dalam batas normal ( Tekanan darah & Heart rate), nadi perifer kuat dan sama dengan waktu pengisian kapiler.

Rencana keperawatan

  1. Auskultasi takikardia frekuensi jantung tidak teratur
  2. Kaji adanya hipertensi
  3. Kaji keluhan nyeri dada, perhatikan lokasi, rediasi, beratnya (skala 0-10)
  4. Kaji tingkat aktivitas, respon terhadap aktivitas


c. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia, mual dan muntal.
Hasil yang diharapkan:

  1. Pasien dapat mempertahankan status nutrisi yang adekuat yang dibuktikan dengan berat badan dalam batas normal, albumin dalam batas normal

Rencana keperwatan:

  1. Kaji status nutrisi
  2. Kaji pola diet nutrisi
  3. Kaji faktor yang berperan dalam merubah masukan nutrisi
  4. Anjurkan cemilan tinggi kalori, rendah protein, rendah natrium di antara waktu makan
  5. Ciptakan lingkungan yang menyenangkan selama makan
  6. Timbang berat badan harian
  7. Kaji bukti adanya masukan protein yang tidak adekuat


d. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan anemia, keletihan dan retansi produk sampah ( Bararah dan Jauhar, 2013 ).
Hasil yang diharapkan:

  1. Pasien mendemostrasikan peningkatan aktivitas yang dibuktikan dengan pengungkapan tentang berkurangnya kelemahan dan dapat beristirahat secara cukup mampu melakukan kembali aktivitas sehari-hari yang memungkinkan.

Rencana keperawatan:

  1. Kaji faktor yang menimbulkan keletihan
  2. Tingkatkan kemandirian dalam aktivitas perawatan diri yang dapat ditoleransi, bantu jika keletihan terjadi.
  3. Anjurkan aktivitas alternatif sambil istirahat
  4. Anjurkan untuk beristirahat setelah dialisis


e. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi tentang proses penyakit, gagal ginjal, perawatan rumah sakit dan instruksi evaluasi.
Hasil yang diharapkan:

  1. Pasien dapat memahami tentang Penyakit gagal ginjal, Diet yang Benar, planning control terhadap penyakit,  serta mengukur pemasukan dan haluaran.

Rencana keperawatan:

  1. Instruksikan pasien untuk makan makanan tinggi karbohidrat, rendah protein, rendah natrium sesuai pesanan dan hindari makanan yang rendah garam
  2. Ajarkan pasien untuk megetahui jumlah cairan yang harus diminum sepanjang hari
  3. Ajarkan pentingnya dan instruksikan pasien untuk mengukur dan mencatat karakter semua haluaran (urin, muntah)
  4. Ajarkan tentang nama obat, dosis, jadwal, tujuan serta efek samping
  5. Ajarkan pentingnya rawat jalan terus menerus (Tucker M, Susan dkk, 1998, 585-567 dalam Padila, 2012 


0 Response to "Asuhan Keperawatan Pasien Gagal Ginjal"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel